Nama: Zachnas Damayani
Pekerjaan: Mahasiswa
Hobby: Membaca, Mendengarkan Musik, Menulis
Blog: link

Kesuksesan Tidak Datang Tiba-tiba

Assalamualaikum Wr.Wb

Nama saya Zachnas Damayani, mahasiswa Pendidikan Bahasa Perancis, Universitas Negeri Yogyakarta. Dalam Pemilihan Kartini Muda Indonesia ini, saya akan bercerita sedikit tentang pengalaman saya.

Saya ingat betul ketika saya mulai remaja, ibu saya sering sekali mengatakan bahwa “Keberhasilan seseorang tidak dicapai dengan mudah, harus dilalui dengan perjuangan. Kesuksesan tidak datang dari banyaknya uang yang orangtuamu punya, tetapi dengan usahamu sendiri, dan bagaimana kamu berdoa kepada Tuhanmu.”
Bahkan sampai saat ini ibu saya masih sering mengatakan itu, beliau sering mengatakan hal itu ketika saya berada dirumah sembari menonton televisi atau ketika beliau memintaku untuk mencabuti rambut putihnya. Semakin banyak rambut putih yang saya temukan dikepala beliau, saya semakin sadar bahwa beliau semakin tua dan semakin lemah, dan beliau akan mengandalkan saya di masa tua nya nanti, karena saya adalah anak sulung. Tumpuan harapannya, panutan bagi adik saya, dan sudah sepantasnya saya membahagiakan beliau.

Kebetulan ketika awal kuliah semester pertama, saya dan teman saya Titin iseng-iseng berjualan baju,tas, dan jam tangan. Modal kami hanya 300ribu dan kami harus mengumpulkan uang jajan sendiri untuk dijadikan modal. Ketika ibu tau bahwa saya ,mulai berbisnis, ibu sangat senang, bahkan terkadang ibu membeli beberapa setel baju dan meminta saya untuk menjualnya lagi. Saya dan Titin membuka Online Shop dan Alhamdulilah banyak orderan yang datang. Kami pun semakin kompak dalam berdagang dan Patri teman kami, sangat setia menemani kami melayani orderan.

Lima bulan kemudian, saya dan teman SMP saya, Delima bekerjasama untuk berdagang. Delima mempunyai jiwa berdagang yang besar dan itu membuat saya semakin semangat untuk mencari uang dan mencari pengalaman dibidang kewirausahaan. Dengan modal 1juta yang kami dapat dari orang tua kami, kami berdua nekat berangkat ke Bandung naik kereta ekonomi jam 12 malam dari Jogjakarta berdua untuk belanja barang-barang untuk dijual kembali. Tidak seperti yang dibayangkan, saya dan Delima sempat nyasar, diturunkan paksa oleh angkot yang tidak bertanggung jawab di jalan, sedang kami berdua tidak tahu jalan di Bandung, akhirnya setelah berjalan cukup jauh, kami naik becak menuju ke kos teman saya. Di Bandung 3hari, kami banyak dibantu Anisah sahabat kami sewaktu SMP.

Tepat tanggal 3 April lalu, saya dan Delima mencoba untuk berjualan di Sunday Morning (SUNMOR) Wonosobo, selama 5jam berjualan, barang kami hanya laku 4items. 2 tas dan 2 sendal, ibu saya yang ternyata sempat menengok kami berjualan tanpa saya tahu. Saya sadar betapa susahnya mencari uang, 5jam kami berjualan, kepanasan, dan tidak banyak orang yang mampir ke lapak kami, tapi kami harus semangat, perjuangan ini belum ada apa-apanya untuk mendapatkan kesuksesan.

Sesampainya di rumah, aku duduk menonton televisibersama keluarga, dan tiba-tiba ibuku mengelus kepalaku sembari berkata “Ibu sangat bangga melihat usahamu, jangan menyerah ketika tidak ada pembeli, untuk sukses, kamu harus gagal dahulu. Sesampainya di Jogja nanti, hitung uang kalian, sisihkan untuk zakat, dan ibu minta kumpulkan sedikit demi sedikit uang mu untuk berangkat umroh. Kalian harus bias umroh dengan uang kalian sendiri. Ibu yakin kalian bisa.” Kurasakan sekujur tubuhku bergetar dan dalam hatiku, aku harus bisa mewujudkan keinginan ibu.

Sesuai dengan tema Kartini Muda Indonesia, saya ingin seperti kartini yang sukses mewujudkan cita-citanya. Seperti judul dalam buku Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang, saya percaya kesuksesan akan saya dapatkan dengan kerja keras dan kegagalan.

Demikian cerita saya, semoga bisa menjadikan inspirasi untuk meraih kesuksesan .

Wassalamualaikum Wr. Wb