Nama: Rafika Candra
Pekerjaan: Mahasiswi
Hobby: Memberi motivasi dan semangat kepada orang lain
Blog: link

Kartini itu Kuat dan Tegar Menghadapi Hidup!

Ini adalah pengalaman pribadi saya (Rafika Candra). Sengaja saya postingkan disini utk menyemangati siapapun yg mungkin skrg sedang bersedih atau merasa sedang menghadapi masalah yang berat. Saya ingin memotivasi semuanya, terutama bagi para wanita supaya tegas dan kuat dalam menjalani hdp.

Pernakah kau merasakan kehilangan. Kehilangan sesuatu ataupun seseorang yang paling berharga dalam hidup kalian. Pernahkah kau merindukan seseorang yang tanpa sadar kau telah menyayanginya??? terkadang kita butuh kehilangan, terkadang kita butuh sebuah jarak untuk dapat merindukan seseorang, untuk merasakan bahwa seseorang itu berharga dalam hidup kita. Pernahkah kau berfikir bahwa kau akan merasa bersedih ketika suatu hari seseorang di sekitarmu pergi? Pernahkah kau membayangkan orang-orang dikehidupanmu kelak kan pergi??? Pernahkah? Pernahkah! Terkadang manusia memang begitu egois. ingin diperhatikan, namun ia tdk pernah memperhatikan. ingin disayangi tapi tak pernah menyayangi. Ingin bahagia sedangkan ia tak pernah membahagiakan orang lain. Aneh memang! Bahkan terkadang manusiapun melupakan kebahagiaan yg sudah ia dapat, selalu merasa kurang dan kurang. Sering kalinya tanpa sadar ia sering tak mengetahui bahwa kebahagiaan sdh berada di hadapnya. Kadang ia tak menyadari bahwa kesempatan utk mencapai kbahagiaan sdh digenggaman tangan, dan dengan bodohnya ia membuka genggaman, lalu membiarkan pasir harapan terjatuh dan sia-sia. Hal inipun terjadi padaku, aku yang juga hanyalah manusia pendosa, manusia penuh khilaf, manusia yang terkadang lupa akan kasih sayang Tuhan yang begitu besar padaku. Selalu ku sakiti "Dia" dengan kelakuanku, sering ku tinggalkan "Dia" dgn perkataanku. Sering terlupa bahwa nafas kehidupan d bumi adalah dari-Nya, milik-Nya. Dan baru ku sadari kini, ku merasakan sesuatu itu terasa bermakna, dan seseorang adalah saat berarti ketika semua telah menghilang, ketika diriku ditinggalkan. Bodohnya, ketika mereka ada didekapku mengapa tak ku ukir mereka dalam nadiku. Semua sesal tinggal sesal! Akan sangat menyesal ketika akhirnya aku mendapati seseorang yang ku sayangi telah pergi, dan aku belum bisa memberikan sesuatu yg terbaik dariku. hati kan menangis ketika semua itu musnah. tak ada lagi kesempatan tuk melakukan hal yang lebih banyak. Merasa sangat kecewa ketika terlintas dalam benak, mengapa tak dari dulu membahagiakan orang-orang itu. Mengapa harus gengsi? mengapa harus tak bs mengutarakan? mengapa terlalu pentingkann ego? mengapa??? Walau sesakit apapun hati atas orang-orang itu, orang2 itu tetap pernah memberi kita kebahagiaan. Meskipun kita pernah marah, sedih ataupun sakuit hati terhadap seseorang yang hadir mengisi hidup kita tetap mereka pernah menghiasi bahkan mewarnai hidup kita dengan warna-warna yang menerangi hati. Aku mulai berfikir lagi, aku selama hampir 20 tahun dalam hidup ini aku sudah berbuat banyak hal bodoh. hal bodoh yang sekarang membuatku merasa menyesal. Sekali lagi itu semua karena ego. Ego dan sebuah rasa gengsi yg harusnya ku kubur dalam2. Dan cukup aku yang melakukan kebodohan ini, aku tak mau siapapun melakukan hal bodoh yg sama denganku. Aku blm berbuat banyak dalm hidup ini. Aku belum bs membuat banyak senyum yg mengembang dr orang-orang di hidupku. entah itu orang tuaku, sahabat2ku, saudara2ku, teman2ku, adikku, dan siapapun itu. Aku memang mudah terhanyut akan keadaan seseorang yang terpuruk namun bodohnya, walau hati berteriak ingin sekali melepaskan beban orang itu, namun hati terlalu angkuh dan kemudian tak melakukan apa2 thdp org itu. Sebuah pengalaman dalam hidupku sendiri akan ku ceritakan, bukan untuk membuka aib keluargaku, hanya utk sebagai pengalaman bagi siapapun yg membaca tulisan ini. Aku adalah seseorang yang terlahir dr keluarga rusak, keluargaku utuh tapi seakan tdk utuh. Dulupun aku pernah bicara, jika begini terus knapa tidak bercerai saja??? Dan skarang mereka mmg sudah bercerai karena ayahku telah pergi tuk selamanya. Aku sempat bosan dengan hidupku yg seperti itu, dan sempat pula berfikir utk mengakhiri hidup, namun itu semua tak jadi ku lakukan karena seseorang berkata padaku,"Apa yang akan terjadi pada senyum orangtuamu jika kamu mati??" Ya aku benar2 masih ingat dengan kalimat itu. kalimat yang diucapkan oleh sahabat baikku. Sahabat yang akhirnya membuat teman2ku, dan adik kelasku mengatakan aku GILA. Bagimana tidak, mereka bilang aku sering bicara sendirian di atas pohon sambil berteriak dan bernyanyi. Tak taukah kalian, sebenarnya aku tak sendiri. Aku bersama seseorang yang mungkin kalian tak akan pernah melihatnya karena hanya aku yang dapat melihatnya. seorang gadis yang sedari kecil menemaniku disaat aku kesepian. Ya hanya dia temanku. Secara aku memang tak pandai bergaul dengan orang lain karena aku seperti katak dalam tempurung... Pagi aku ke sekolah dan siang hingga malam, aku hanya di rumah. Bermain boneka2an, bermain masak2an, atau menggambar. Aku selalu iri dengan keadaan anak2 lain seusiaku. Aku sering iri ketika mereka berkumpul dengan keluarga mereka. Ada ayah dan ibu yg sedang bercanda dan bermain bersamanya. Namun aku??? Seumur hidupku aku tak pernah merasakan itu. Aku bosan auyah dan ibuku selalu bertengkar. Masalah sepele sering sekali menjadi masalah yg besar. Bahkan untuk memberikan nasihat padaku, mereka jg sering berbeda pendapat kemudian ribut dan ribut. Jika aku ingin melihat kebahagiaan sebuah keluarga aku harus keluar dr rumahku kemudian masuk ke rmah tetangga tepat di depan rumahku. Atau ke rumah tetangga samping rumah. Di rumah mereka aku merasa senang karena aku bs melihat seorang ayah dan seorang ibu akur dan tertawa bersama. kalian tau, biarpun senag namun hatiku menangis. Aku berfikir, kapan orangtuaku bs seperti itu??? Damn ketika aku melihat foto keluarga dipajang diruang depan, aku pun bertanya2, kapan aku bisa berfoto sekeluarga seperti itu?? Foto keluargaku tak ada 1pun. Kerasnya sikap ibuku pd ayahku membuat aku jg keras pd ayahku. Aku seperti terhipnotis oleh kata2 ibuku sehingga aku tak akrab dgn ayahku. Padahal ayahku kerja di kota lain dan pulang hanya sebulan sekali, tapi aku tak ada berbaktinya dikarenakan kalimat2 ibuku yg akhirnya menghipotisku. Lalu beberapa tahun kemudia, dengan jarak yg cukup lama yakni 9tahun, aku dikaruniai seorang adik laki2. Aku semakin iri. Semua membanggakannya. Aku bagai tak ada harganya. Terlebih ketika ibuku mengatakan bahwa aku jarang membanggakannya. Aku marah, aku sedih, lalu selama ini aku selalu juara1 di kelas apa gunanya??? Apa itu msh tak bs membuatmu bangga??? terkadang juga aku merasa sedih ketika semua yg diinginkan oleh adikku dipenuhi oleh ibuku. Karena ibuku jarang berbuat begitu padaku. Satulagi aku iri ketika ibuku memiliki banyak waktu untuknya, sedangkan untukku tidak. sedari kecil aku sendiri. Sejak umur 5tahun. Sedari TK aku mengurus diriku lbh banyak sendiri. Ayahku bekerja di luar kota, sedangkan ibuku mengajar di sebuah desa yang lumayan jauh dr tempat tinggalku. Dengan uang saku yg pas2an, aku sarapan pergi ke pedagang agar2, dan siangnya sering ibuku blm pulang dari sekolah hingga ku harus menahan lapar dan tertidur di bangku teras rumah. Hingga sore datang akupun kerap sendiri, aku suka memanjat pohon di samping rumah sambil berteriak bersama angin. Aku sering dimarahi karena mereka khawatir aku akan terjatuh dr pohon. Dari situ aku mulai mengenal "Clara", gadis unik dan hanya aku yg bs melihatnya. tak peduli orang lain bilang aku gila. Aku senang bersamanya. 2 tahun berlalu, aku mulai bisa menerima kehadiran adikku, sering ku memegang jari2nya yg mungil. Ku pandangi ia dgn dalam, suatu saat nanti aku pasti tak akan pernah bisa melihat jari2mu yg mungil ini. Karena setelah ini km akna tumbuh dewasa. Tapi kakak pengen nglakuin satu hal sama km, kakak ga pengen km dapet hdp yg sama kayak kakak. kak ga mau km ga punya temen kayak kakak. kakak mau km sukses dan bs ngangkat keluarga kita dr keadaan ini. Ku kevup keningnya dann aku mulai menyayanginya, tak ada iri lagi dalam hatiku karena ku menyadari, kebahagiaan sesorang tercipta masing2, tak ada yg perlu dibuat iri. Ketika aku iri pd seseorang, blm tentu org itu jg tak iri padaku. Dan belum tentu perasaanku selalu benar, bkn aku saja yg bs bersedih tp semua orng bs bersedih. Kemudian aku mulai menemukan hobi2 baruku, bermain sebuah keyboard, bernyanyi, menari, menulis, menjadi dlang, hahahaha…. Itu semua membuatku memiliki banyak cita2.. Namun apa daya sgala kempuan itu hanya ku miliki setengah2… Jadi pasti tak akan ada yg jadi. Pada saat kuliah ini juga aku sering merasa sendiri, harus selalu aku yg mencari orang bukan orang mencariku, sampai akhirnya ku bosan mengapa selalu begitu ? Setelah ku pahami kini ternyata justru aku berterimaksih. Dengan aku yg mencari, aku jd belajar caranya bersosialisasi. Aku mendpatkan apa yg blm pernah ku dapatkan sebelumnya. Itu terasa menyenangkan karena yg menarik dr perjalanan hidup bknlah apa yg didapat tp justru pd proses ataupun cara bagaimana kita bs mendapatkannya. Awalnya aku tak percaya dapat melakukan perjalan hidup di kota ini, kota Jogja. Setelah aku tak percaya dengan diriku sendiri, orang tuaku (karena sesuatu hal yg sangat privat), sahabat2ku yg lbh senang ku bilang mantan sahabat, juga trhdp dunia bahkan Tuhan. Ya aku sempat marah pada Tuhan. Aku marah2 pada-Nya walau ku tau itu salah.. (Kesalahanku dulu yg sebisa mungkin jgn ada yg meniru). Di sini aku mendapatkan banyak pengalaman yang membuatku tak ingin melakukan hal bodoh lagi. Di sini aku bertemu dgn orang2 yg banyak memberiku pelajaran. Bukan memberikan plajaran hanya dengan kesenangan, tp juga kepedihan yg teramat. Karena sebenarnya dengan kesedihan, kegagalan, kita akan menjadi lbh kuat dan lebih mengerti bahwa hidup adalah tantangan yg perlu dihadapi bkn dihindari. Kmudian tiba akhirnya ayahku sakit dan di bawa ke salah satu rumah sakit di jogja. Seperti biasanya aku adalah orang yg terlalu angkuh utk bs melakukan sesuatu. Dalam hati sungguh aku iba, dn ketika makan siang tiba, perawat dating membawa sepiring nasi. Sekali lagi aku hanya diam menyaksikan itu. Smapai akhirnya seseorang berkata padaku,”Fie km sbnrnya pengen nyuapin to??”.. Aku hanya diam mengangguk. Tak lama aku menjawab pertanyaan itu,”Iya pengen banget tapi….. tau sndiri aku susah ngungkapin perasaanku mbak… aku ga bisa." Iapun memarahiku. “kalo memang pngn nyuapin ya suapin Fie, ayo! Nyesel km ntar!” Dengan memberanikan diri dan yakinkan hatiku aku mulai mengambil piring kemudian menyuapi ayahku. Ku lihat mata ayahku sangat gembira. Itulah pertama kalinya aku menyuapi ayahku. Mungkin ia bahagia karena dr seumur hidup ia mengenalku, hari itulah terasa sbuah kasih syg antara seorang anak dgn ayahnya. Bkn hanya dia, tp aku jg senang bs menakhlukan egoku. Selama ia sakit, aku menjenguknya dan membuat hal2 konyol yg membuatnya tertawa. Jujur aku sangat senang bahkan ingin menangis, karena aku jarang melihatnya tertawa selama ia hidup. Aku mulai berbicara banyak dengannya, bahkan aku bernyanyi untuknya. Dua hari sebelum ia keluar dari rumah sakit, setelah aku selesai menyuapinya, aku memegang telapak tangannya dan berpura2 membaca garis tangannya supaya dia senang,”Pak aku bias baca garis tangan loh. Aku bacain ya….???” Aku menunjuk beberapa garis di tangannya kemudian mulai bicara lagi,”Kalo garis yg ini berarti tandanya umur bapak panjang n bentar lg sembuh. Nah kl ini garis yg nunjukin kalo anak2nya bapak nanti sukses. Yang ini berarti nanti aku dapet calon suami yg baik dan tanggung jawab.” Dia tersenyum dan tiap kata yg kuucapkan dia selalu mengucapkan “amin”.. Selesai aku bernyanyi utknya, aku berkata”Ayo pak semangat, cepet sembuh, ga enak kan lama2 di rumah sakit, ayo pak sehat lagi, bias cari uang lagi biar ga diomelin ma mami, trus 32,5-3 tahun lagi bias liat aku wisuda.” Dia menatapku dalam, sepertinya dia sudah tau kalau ia akan pergi… Selang 1 bulan dr rumah sakit, aku ditelf om ku,”Fie, biisa pulang ke tempat mbah ga???” Akupun kembali ke tempat mbah. Di sana ku langsung menangis emelihat kondisi bapakku yg sudah parah. Badannya tinggal tulang berbalut kulit dan berbaring dgn lemah di ranjang. “Ku memegang perutnya yg membesar. Ginjalnya membesar dan biru. Nampak sekali dr luar. Sering ia mengeluh sakit sambil memegang perutnya. Ku singkirkan tangannya dr perutnya sambil ku elus ginjalnya yg Nampak dr luar dengan minyak kayu putih. Tak lama dia merogoh kantong celananya dan memberikan beberapa uangnya padaku. Dia bilang.”Ini semua uangnya diambil, mungkin bapak cm hidup smapai besok sore. Aku tak mampu membendung air mataku, aku memalingkan wajahku dan menangis. Setelah itu ku hapus air mataku seraya berkata,”Ga pak, bapak pasti bakal sembuh, bapak bakal sehat.” (maaf aku ga bs nyeritain semua, karena bakal bikin q nangis). Di saat aku mmulai dekat dgn ayahku, ketika aku melai merasakan kasih sayang seorang bapak, ternyata dia malah pergi,. Rasanya aku blm bs ikhlas… Aku masih kangen sama dia. Aku tertunduk, dalam tangis aku berkata dlm hati,”Selamanya aku ga akan bias mewujudkan cita2ku, ga akan pernah bisa!” Aku selalu memimpikan memiliki sebuah foto keluarga. Aku berencana mewujudkan itu ketika aku wisuda nanti. Hanya dengan ittu impianku dpt terwujud, tapi kini ia telah pergi dan aku tak akan pernah bias mewujudkan itu sampai kapanpun. Dari cerita keluargaku ini aku hanya ingin menyampaikan beberapa hal pada kalian semua yg membaca tulisan ini. Beberapa hal yg mgkn hanyalah hal-hal sedrhana tp kita sering lupa atau malah kita tidak melakukannya. Aku ingin kehidupan kita ke depannya akan lebih baik. Tdk seperti yg dialami oleh aku dan keluargaku. Buat temen2 aku mau kasih beberapa pandanganku berdasar apa yg telah aku alami:
1. Jangan mencintai seseorang yg tidak mencintaimu, apalagi sampai memilikinya. Jika ingin menciptakan sebuah hubungan, memang benarlah itu 100% kemauan dr dua belah pihak. Keduanya saling mencintai supaya khidupan kalian memang bahgia. Bukan hanya sekedar status tp memang benar2 membentuk hubungan yg harmonis.
2. Jangan pernah iri terhadap kebahagiaan orang lain, karena Tuhan telah menciptakan kebahagiaan pada tiap-tiap hamba-Nya
3. Jangan pernah melupakan Tuhan karena Dia tidak pernah melupakan kita. Sejahat papapun kita, Ia tetap mengasihi kita.
4. Bahagiakn orangorang di sekitarmu selagi kau bias dan selagi kau mampu. Berikanlah yg terbaik yg kau bisa karena mgkn suatu saat kau akan menyesal ketika mereka telah menghilang. Dan kau kan begitu merindukannya ketika mereka tak ada di sisimu lagi.
5. Jika kau blm bs merasakan menyayangi dan merindukan seseorang tutup matamu, bayangkan kebaikannya, kebahagiaan yg sdh kau lalui bersamanya, dan kemudian bayangkan kau tak akan pernah berjumpa utk selama2nya. Jika org yg kau rinduka telah pergi, tutup matamu tarik nafas dlam2 lalu hembuskan, dan sebutlah namanya sesuai angka kesukaanmu, doakanlah ia. Bayangkan ia akan tersenyum melihat doamu membantunya terbang di alam sana. Jika kau masih rindu, letakkan telapak tanganmu di dada kirimu kemudian katakana “Tuhan itu baik”, sebanyak apapun yg kau mau hingga hatimu merasa tenang.
6. Untuk teman2 semua yg bahkan hingga kini kurang akrab/ ada masalah dengan keluarga segera selesaikan dengan baik2. Mualilah berbakti pada mereka, karena kita tak akan pernah tau kapan Tuahn memanggil mereka, dan kapan Tuahan mengambil kita. Kita tdk tau apakah kesempatan yg kita pnya masih banyak atau ternyata tinggal beberapa waktu saja
7. Jangan pernah menyakiti bila tidak ingin disakiti. Seandainya kau tdk pernah menyakiti tapi kau tersakiti, jangan simpan dendammu. Biarkanlah, lupakanlah. Karena Tuhan lbh tau pembalasan yg pantas utk apa yg telah terjadi pdmu. Dan karena sesungguhnya memaafkan itu indah
8. Syukuri segala apa yg ada didirimu dan jaga apa yg telah menjadi milikmu saat ini.
9. Jangan mengeluh akibat kesedihan, cobaan dan rintangan dalam hidupmu karena dari semua itulah kita mampu bertahan menghadapi dunia, kita jd lebih mengerti utk menjaga hati. Kita bs menjadi seseorang yg lebih tegar dan lebih kuat. Kita dapat lbh menghargai org lain sperti menghargai diri sendiri.
10. Jangan memikirkan dirimu sendiri. Pikirkan perasaan orang lain. Pikirkan bagaimana ke depannya. Jangan hanya berfikir pendek utk masa sekarang. Karena pa keputusan kita sekarang akn sangat berpengaruh utk hari esok.

Dari pengalaman hidup saya, saya menjadi kartini dalam sosok yg lain. Saya selalu berusaha menjadi motivator bagi orang lain dalam fans page saya di facebook. Segala pertanyaan saya jawab dgn senang hati. bagi saya membantu orang lain, membuat bangkit dan memberi kekuatan bagi orang lain utk maju adalah hal yg sangat membahagiakan. Lebih bahagia drpd saya menerima sesuatu yg saya inginkan.


Saya berharap semoga jalan yg kita ambil benar dan semoga kita bs mndapat kebahagiaan hari ini, esok dan seterusnya, amin.

Salam kasih dari Rafika Candra