Mudik Aman dengan Sepeda Motor

Deden Fetro // 27 August 2010

JAKARTA (Suara Karya): Tradisi mudik Lebaran bagi masyarakat Indonesia tampaknya sudah menjadi kebutuhan. Segala cara dilakukan agar bisa tetap bersilaturahmi dengan keluarga. Tradisi pulang kampung ini akhirnya menjadi sebuah rutinitas dan memaksa pemerintah ikut campur untuk mengamankannya. Diakui, pemerintah masih compang-camping dalam menyiapkan sarana dan prasarana transportasi yang memadai. Modal transportasi darat, laut, dan udara sangat minim. Akibatnya, harga tiket melambung tinggi dan masyarakat menjadi korban permainan calo. Dari sisi prasarana jalan dan aspek pendukungnya, masih sering ditemui kerusakan jalan dan jembatan yang jelas mengganggu transportasi darat. Akibatnya, masyarakat memilih menempuh cara untuk mudik yang menurut mereka lebih cepat, lebih murah, dan lebih merakyat.

Mudik dengan menggunakan sepeda motor menjadi salah satu alternatif terbaik bagi kalangan ekonomi tertentu. Aspek keselamatan sering tidak menjadi prioritas. Kenyataan yang tidak bisa dimungkiri, angka kecelakaan lalu lintas terutama yang melibatkan sepeda motor-saat mudik Lebaran tahun 2009-melebihi angka kecelakaan lalu lintas pada tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengimbau agar masyarakat yang hendak mudik tidak menggunakan sepeda motor. Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Condro Kirono mengimbau, kalaupun pemudik tetap memakai sepeda motor harus tetap mematuhi aturan. Misalnya, tidak menambah aksesori yang melebihi batas panjang dan lebar sepeda motor, atau berboncengan lebih dari dua orang. Untuk mengamankan jalur pemudik bersepeda motor ini, menurut Condro Kirono, sangat mungkin dilakukan pengawalan yang bekerja sama dengan pihak swasta. "Akan ada aturan yang kita buat dan harus dipatuhi pengendara. Ini semua demi keamanan bersama hingga tetap sehat, selamat sampai di kampung dan hingga kembali lagi ke Jakarta," katanya.

Dukungan Imbauan agar pengguna sepeda motor yang akan mudik mematuhi aturan demi keamanan bersama itu mendapat dukungan penuh PT Federal International Finance (FIF). Bentuk dukungan itu antara lain dilakukannya sosialisasi pentingnya keselamatan berkendara di jalan raya dan juga dibukanya posko-posko sepanjang perjalanan mudik. "Kita sangat mendukung program pemerintah itu karena program itu sangat bagus," kata Thaufik Noograha selaku Direktur Business Support PT FIF, yang didampingi Direktur Pemasaran Hendry Christian Wong, saat buka bersama dengan kalangan media massa di Jakarta, Rabu (18/8). Dukungan nyata itu, menurutnya, dilakukan PT Astra Honda Motor (AHM) dengan cara mudik bersama yang diorganisasi secara lebih baik dan lebih aman. AHM juga menggelar posko di 18 titik dan balai santai. "Pada posko dan balai santai ini, pemudik yang menggunakan sepeda motor bisa beristirahat dan melakukan pengecekan kesehatan maupun kondisi mesin sepeda motornya, sehingga perjalanan mudik benar-benar aman dan nyaman," katanya. Bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor, FIF juga menawarkan asuransi siaga personal accident. Keuntungan asuransi ini, pembayaran klaim asuransi tidak hanya dibayarkan kepada korban kecelakaan lalu lintas saja, tetapi juga kematian karena sakit atau wajar. (Sadono/Joko Sriyono)

Bookmark and Share