

Air Mata Wahyu
Wednesday, 30 May 2012
Saat balap IP1 race 2 tinggal menyisakan 3 lap terakhirnya, Wahyu Widodo hanya bisa menatap lunglai, sambil terduduk lemas persis di tepi tikungan R-5 PARK Kenjeran, Surabaya. Tanpa dirasa, sudut kelopak matanya penuh dengan air mata yang ditahannya. Mulutnya tertutup rapat menahan perasaan kecewa yang begitu kuat. Sampai akhirnya tangisnya-pun meledak dalam pelukan kru tim Honda Oei Connection INK Federal Oil IRC.
Wahyu Widodo pantas kecewa. Pembalap Pangandaran ini sudah sangat yakin Honda Supra 125 yang dinaikinya, tak mungkin ada yang bisa mengejarnya. Jarak makin membentang dengan pembalap di belakangnya. Podium 1 IP1 race 2 sudah tampak nyata di depan mata.
Dadanya berguncang kuat, semangatnya menyala-nyala. Dilupakanya kondisi badannya yang sedang FLU Berat. Tak masalah hidungnya tersumbat, Wahyu paksa mulutnya menganga untuk menarik nafas kuat-kuat. Mata dan pikirannya hanya fokus pada lintasan di sirkuit kebanggaan Jawa Timur itu.
Sampai kemudian, petaka muncul menghampirinya. Supra kebanggaanya terpeleset saat rolling speed di R-5. “Saya terlalu kencang setel steering dumbernya. Sehingga saat sliding di tikungan, terlambat saat mau koreksi,” lirihnya.
Podium 1 yang sudah didepan mata sirna seketika. Juara race 2 IP1 yang dirindukannya bertahun-tahun kandas meski sudah begitu dekat digenggamnya. Tuhan rupanya belum berkehendak Wahyu menimang piala juara 1 IP yang sangat diburunya.
Sampai usai semua balap di hari into, Wahyu masih terkulai lemas di sudut paddocknya. Matanya masih sayu. Kepedihannya masih terasa. Tapi semangatnya kembali menguatkannya. Pelukan dan nasehat puluhan orang terdekatnya, pujian dan teriakan ratusan penggemarnya, membuatnya teguh hadapi kenyataan. “Mungkin belum rejeki. Iklasin saja. Saya masih bisa mengulangi lagi di lain kesempatan. Motor saya sudah kencang. Saya bisa meraihnya di seri berikutnya bersama Honda,” ujarnya.
Berangsur, duka dan kesedihan managemen, mekanik dan kru dari tim Connection INK Federal Oil IRC, teratasi. Bersama senyum Wahyu, senda gurau mereka kembali mengudara. “Kami akan ,mencobanya di seri berikutnya. Tunggu aksi kami,” teriak lantang mereka. (*)
w(300))
w(60))
w(60))
w(60))
w(60))
w(60))
w(60))
w(60))
w(60))

w(60))
w(60))

w(60))