TOY STORY 3 (3D)

Tuesday, 22 June 2010

Sebuah Pembelajaran Moral

Kesuksesan dua film Toy Story sebelumnya rupanya mengilhami para kreator di Disney Pixar untuk membuat kembali film yang berkisah tentang mainan "hidup" ini menjadi sebuah trilogi. Masih disutradarai oleh Lee Unkrich yang juga menggarap Toy Story 2. Film ke-3 ini juga masih diperkuat oleh pengisi suara terkenal seperti Tom Hanks dan Tim Allen. Keduanya sudah sangat lekat mengisi suara Woody si koboi dan Buzz Lightyear si robot luar angkasa selama hampir satu dekade.

Setelah petualangan bertahun-tahun yang menyenangkan, apa yang ditawarkan dalam Toy Story jilid ke-3 ini? Mengikuti perkembangan sang empu mainan, Andy (John Morris) yang kini akan memasuki bangku kuliah, koleksi mainan Andy pun dilanda ketidakpastian. Dibuang atau disimpan. Mereka dilanda histeria karena merasa disepelekan setelah menemani Andy bertahun-tahun.

Sampai akhirnya sebuah kejadian membuat mereka terdampar di Sunnyside. Sebuah sekolah khusus bagi balita dan anak-anak. Di sini Woody cs bertemu dengan Lotso (Ned Beatty), sebuah boneka beruang besar yang memiliki wangi khas Strawberry. Meskipun kelihatan baik, Lotso ternyata punya niat jahat pada Woody cs.

Perjuangan untuk keluar dari "neraka" Sunnyside akhirnya menjadi fokus utama dari kisah Toy Story bab ke-3 ini. Digarap dengan teknologi yang kembali menggabungkan efek CGI dengan animasi menakjubkan, film ini juga bisa ditonton dalam versi 3 Dimensi.

Seperti umumnya film khas produksi Disney Pixar, Toy Story 3 memang sarat dengan ragam dialog cerdas yang membangun bagi perkembangan anak-anak namun juga tidak terkesan menggurui bagi penonton dewasa. Di sini sebuah pembelajaran moral bisa dipetik, bahwa meskipun cuma mainan, diabaikan tentu saja menyakitkan. (wal)









 

Bookmark and Share